Sistem elektronika yang baik harus dapat menghantarkan sinyal atau listrik dengan baik, walaupun terdapat gangguan pada rangkaian secara keseluruhan jika tersambar petir, Back EMF, atau gangguan dari sistem tegangan yang tinggi.

Gangguan-gangguan tersebut memungkinkan kerusakan pada rangkaian elektronik, dan bahkan membahayakan pengguna atau operator. Akibat dari gangguan tersebut bisa dikurangi dengan menggunakan komponen isolasi pada elektronika.

Komponen isolasi memiliki kemampuan memisahkan rangkaian elektronik secara galvanic. Pemisahan secara galvanic atau Isolasi Galvanic merupakan pemisahan dua sistem atau lebih agar mencegah aliran arus dari semua sistem elektrik.

Isolasi ini hanya bisa mencegah, bukan berarti berarti tidak ada arus yang mengalir sama sekali. Oleh karena itu, isolasi elektronik memiliki ukuran, mulai dari ukuran dengan satuan tahanan/resistansi, tingkat isolasi dengan satuan tegangan.

Untuk mengisolasi sistem listrik terdapat berbagai cara yang yang bisa digunakan yakni

  1. Transformer
  2. Optoisolator
  3. Hall Effect
  4. Relay/Contactor
  5. Giant Magnetoresitance
  6. Capacitor

Isolasi disini terdapat dua jenis, yakni isolasi untuk power supply, dan isolasi untuk sinyal. Untuk penggunaan suplai daya biasanya menggunakan transformer atau capacitor, dan untuk isolasi sinyal elektronik bisa semuanya pada 6 daftar di atas kecuali kapasitor. 

Isolasi Transformer

adalah isolasi elektronik yang menggunakan trafo. Isolasi ini memanfaatkan gaya gerak listrik pada trafo, sehingga supplynya yang diberikan harus memiliki frekuensi. Isolasi ini banyak digunakan untuk isolasi power supply, tentu saja trafonya cukup besar tergantung daya yang diperlukan.

Selain sebagai isolasi power supply, Trafo juga dipakai di IC isolasi komunikasi seperti MAX232, MAX485, dan juga Ethernet.

  • Untuk power supply, isolasi bisa menggunakan trafo yang besar. Tergantung keperluan dayanya.
  • Untuk contoh telekomunikasi, bisa menggunakan RS232, RS485 dan lain.
  • Biasanya untuk keperluan frekuensi rendah, karena perlu memabngkitkan GGl terlebih dahulu

Isolasi Optoisolator

Optocoupler PC817
IC PC817

adalah isolasi yang menggunakan cahaya (Opto). Isolasi ini menggunakan komponen yang peka terhadap cahaya (phototransistor, photodiode, dll) dengan dilengkapi dengan komponen pemancar cahaya(LED). Optoisolator seperti banyak digunakan pada rangkaian elektronik saat ini seperti PC817, 4n25, dan lain-lain. 

Isolasi ini tidak bisa digunakan untuk mengisolasi untuk daya yang besar. Namun Isolator ini sangat bagus untuk penggunaan komunikasi. 

Isolasi Hall Effect

Jika optoisolator menggunakan cahaya, Isolasi ini memanfaatkan Medan magnet. Isolasi ini banyak digunakan untuk mengukur arus yg mengalir.

Ragam bentuk sensor arus dengan Hall effect

Selain itu juga, bisa digunakan untuk mendeteksi magnet yang digunakan pada encoder, seperti SS493 dibawah ini.

IC SS49E untuk mendeteksi magnet, atau besi.

Relay/Contactor

Isolasi ini menggunakan magnet. Berbeda dengan Hall effect, komponen ini menggunakan gaya yang ditimbulkan magnet untuk menggerakkan saklar didalamnya. 

Relay dengan kontak 5V

Komponen ini sangat banyak digunakan untuk sistem saklar dengan arus yang tinggi dan bahkan untuk arah arus yang berbeda (AC atau DC).

Giant Magnetoresistance 

Komponen ini cukup baru, sama seperti Hall Effect yang memanfaatkan Medan magnet. Untuk membaca sinyal magnet . Namun bedanya dengan Hall Effect, Isolasi menggunakan Magnetoresistance, atau sederhananya resistor yang peka terhadap magnet. Berdasarkan performanya, Magnetoresistance memiliki akurasi yang lebih baik ketimbang Hall effect.

Kapasitor

Kapasitor merupakan komponen pasif. Dan uniknya komponen ini hanya mengisolasi listrik DC, danjuga memproteksi rangkaian listrik AC

Kapasitor kelas X

Kapasitor tidak mengisolasi listrik DC pada trensien awalnya, namun secara bertahap tidak seperti komponen sebelumnya. Hal ini dikarenakan resistansi insulation didalam kapasitor itu sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *