<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Braking Archives - Colekmes</title>
	<atom:link href="https://colekmes.com/tag/braking/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://colekmes.com/tag/braking/</link>
	<description>Catatan Engineer Cupu</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Jun 2022 06:36:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.13</generator>

<image>
	<url>https://colekmes.com/wp-content/uploads/2019/08/cropped-ColekmesLogo-32x32.png</url>
	<title>Braking Archives - Colekmes</title>
	<link>https://colekmes.com/tag/braking/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mengenal ABS Anti Lock-brake System, Teknologi anti kecelakaan</title>
		<link>https://colekmes.com/2021/04/mengenal-abs-anti-lock-brake-system-teknologi-anti-kecelakaan/</link>
					<comments>https://colekmes.com/2021/04/mengenal-abs-anti-lock-brake-system-teknologi-anti-kecelakaan/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Zharfan Wiranata]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Apr 2021 11:11:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Otomotif]]></category>
		<category><![CDATA[Parts]]></category>
		<category><![CDATA[ABS]]></category>
		<category><![CDATA[Anti Lock-Brake System]]></category>
		<category><![CDATA[Brake]]></category>
		<category><![CDATA[Braking]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://colekmes.com/?p=889</guid>

					<description><![CDATA[<p>ABS atau Anti Lock-Brake System adalah sistem pada otomotif yang mengantisipasi slip pada ban ketika ngerem. Ya, intinya sistem ini dibuat agar ketika ngerem, ban mobil gak ngepot dan tetap&#8230;</p>
<p>The post <a href="https://colekmes.com/2021/04/mengenal-abs-anti-lock-brake-system-teknologi-anti-kecelakaan/">Mengenal ABS Anti Lock-brake System, Teknologi anti kecelakaan</a> appeared first on <a href="https://colekmes.com">Colekmes</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>ABS atau Anti Lock-Brake System adalah sistem pada otomotif yang mengantisipasi slip pada ban ketika ngerem. Ya, intinya sistem ini dibuat agar ketika ngerem, ban mobil gak ngepot dan tetap aman.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><a href="https://grabcad.com/library/car-brake-with-and-without-abs-1"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="445" height="250" src="https://colekmes.com/wp-content/uploads/2020/09/Simulation-ABS-2.gif" alt="" class="wp-image-894"/></a><figcaption>Simulasi dengan dan tanpa ABS (sumber : <a href="https://gfycat.com/immediatepopularhorsemouse-technology-zoom-zoom-mazda">gfycat.com</a>)</figcaption></figure>



<p>Hal ini perlu diatasi agar mobil tetap bisa dikendalikan ketika ngerem pada kondisi panik. Memang masalah yang dihindari adalah kondisi panik pengemudi yang manusiawi. Kepanikan dapat menyebabkan kecelakaan. ABS membuat proses rem menjadi efektif, dan jarak perlambatan pendek. Sebelum lebih dalam membahas, mari kita bahas perjalanan teknologi ini.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Sejarah  ABS</h2>



<p>Anti-lock Braking System (ABS) pertama kali digunakan oleh Boeing untuk produk pesawatnya agar rodanya tidak spin dan bannya tidak bocor ketika tahun 1945. Dan kemudian teknologi ini diterapkan kepada banyak pesawat pada akhir 1950.&nbsp;</p>



<p>Setelah itu tahun 1960-an, sistem ini mulai diterapkan pada mobil dengan sistem kontrol elektronik, dan akhirnya pada 1980 menjadi trending pada dunia otomotif serta digunakan sampai sekarang.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Cara kerja Anti-lock Braking System (ABS)</h2>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large is-resized"><img decoding="async" src="https://colekmes.com/wp-content/uploads/2020/09/40624944913_515e3d5b3e_c.jpg" alt="" class="wp-image-893" width="389" height="389" srcset="https://colekmes.com/wp-content/uploads/2020/09/40624944913_515e3d5b3e_c.jpg 800w, https://colekmes.com/wp-content/uploads/2020/09/40624944913_515e3d5b3e_c-300x300.jpg 300w, https://colekmes.com/wp-content/uploads/2020/09/40624944913_515e3d5b3e_c-150x150.jpg 150w, https://colekmes.com/wp-content/uploads/2020/09/40624944913_515e3d5b3e_c-768x768.jpg 768w" sizes="(max-width: 389px) 100vw, 389px" /><figcaption>Pompa ABS Mobil</figcaption></figure></div>



<p>Anti-lock Braking System (ABS) bertujuan untuk <strong>memanipulasi</strong> slip pada ban <strong>sehingga dapat gaya gesek yang besar </strong>dan <strong>tetap mampu dikendalikan</strong>. sehingga ketika mengerem, kendaraan menempuh jarak tempuh sependek mungkin. Ya intinya adalah mengatur kecepatan putar pada roda.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large is-resized"><img decoding="async" src="https://colekmes.com/wp-content/uploads/2020/09/Simulation-ABS-3.gif" alt="" class="wp-image-895" width="525" height="402"/><figcaption>Kondisi ban dengan dan tanpa ABS (sumber: <a href="https://gfycat.com/craftyimaginaryamericancrocodile">gyfcat.com</a>)</figcaption></figure></div>



<p>Oleh karena itu, maka proses rem yang dilakukan adalah <strong>tekan dan lepas rem secara teratur</strong>. </p>



<p>Cara tersebut lebih baik ketimbang menekan rem terus menerus yang bikin mobil tetap berjalan tapi rodanya tidak berputar atau singkatnya slip.</p>



<p>Dan tantangan yang paling penting pada sistem ini adalah, bagaimana <strong>membuat proses tekan dan lepas rem ini “teratur”</strong> ? sehingga jarak tempuh rem sependek mungkin. </p>



<p>Pertanyaan ini menghasilkan banyak penelitian dengan berbagai metode kendali dan umumnya representasi dari abs adalah sebagai berikut :</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="631" height="201" src="https://colekmes.com/wp-content/uploads/2021/04/Untitled-Diagram.png" alt="" class="wp-image-916" srcset="https://colekmes.com/wp-content/uploads/2021/04/Untitled-Diagram.png 631w, https://colekmes.com/wp-content/uploads/2021/04/Untitled-Diagram-300x96.png 300w" sizes="(max-width: 631px) 100vw, 631px" /><figcaption>Diagram standar ABS</figcaption></figure>



<p>Dengan diagram diatas, kita dapat tahu bahwa ABS memerlukan sensor roda (Sensor ABS) yang mengukur <strong>kecepatan setiap roda</strong> yang juga dapat mengetahui <strong>kecepatan kendaraan</strong>.&nbsp;</p>



<p>Setelah mengetahui kecepatan roda serta <strong>kecepatan kendaraanya</strong>, maka kontroller akan memberikan <strong>sinyal kendali ke rem yang diperlukan</strong> sesuai dengan metode kendalinya. Saat proses pengereman dengan ABS bisa diterapkan pada setiap roda, atau bahkan tidak tidak semuanya tergantung metode kontrolnya. Hal ini menyebabkan pentingnya TPMS yang akurat, agar mencapai proses pengereman yang optimal.</p>
<p>The post <a href="https://colekmes.com/2021/04/mengenal-abs-anti-lock-brake-system-teknologi-anti-kecelakaan/">Mengenal ABS Anti Lock-brake System, Teknologi anti kecelakaan</a> appeared first on <a href="https://colekmes.com">Colekmes</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://colekmes.com/2021/04/mengenal-abs-anti-lock-brake-system-teknologi-anti-kecelakaan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 0/278 objects using Memcache
Page Caching using Disk: Enhanced 
Database Caching using Redis

Served from: colekmes.com @ 2026-10-12 17:39:29 by W3 Total Cache
-->