Pada Formula E, Baterai adalah hal yang sangat sakral dan komponen yang sangat penting yang mempengaruhi dari performa mobil. Namanya juga Formula pake mesin listrik, sumber energi utamanya pasti dari baterai. Dan desain baterai untuk formula E atau otomotif lainnya memiliki kriteria tidak hanya fokus pada kapasitas dan spesifikasi baterainya, tapi juga sampai ke bentuk fisiknya mulai dari dimensi, berat, dan kerapatan energinya mengingat mobil formula memiliki ruang yang terbatas, dan harus dimaksimalkan. Apakah kalian tahu, kalau baru 2 manufaktur yang membuat mobil formula E ?

Yes, cuma Williams dan McLaren yang membuat baterai untuk digunakan oleh formula E, Sejauh yang penulis ketahui. Dan kedua baterai memiliki spesifikasi baterai yang berbeda, karena digunakan pada season yang berbeda juga. 

Pembahasan baterai formula E diawali dengan buatan Williams Advance Engineering.

Formula E Gen1 Battery

Formula E Gen1 Battery from Williams Advance Engineering (source:www.wae.com)

Formula E Gen1 Battery Inside

Inside formula E Gen1 Battery from Williams Advance Engineering (source:www.mouser.com)

Isi baterai tersebut meliputi :

  • 165 Cell baterai lithium pouch, dibagi menjadi 5 module
  • 15 CMUs untuk monitoring tegangan, temperature cell
  • Cell Cooling yang tertempel pada body dan tabnya
  •  Terdapat pemutus tegangan pada baterai selain kontaktor.
  • Memiliki 3459 parts

Baterai ini dari Williaws AE hanya digunakan pada Formula E gen 1. Dan pada Formula E gen 1 perlu mengganti mobil pada tengah pertandingan, yang artinya baterai ini tidak mampu digunakan pada keseluruhan pertandingan. Hal ini dipengaruhi oleh kapasitas dari baterainya. Dan spesifikasi baterainya bisa dilihat dibawah ini. 

  • Maksimum output 200kW , 90kW pada penggunaan daya rata-rata
  • Kapasitas 28kWh
  • Nominal baterai maksimal 610V
  • Pendinginan tak langsung

Dan juga pada baterai tersebut, memiliki fitur keamanan meliputi

  • Fitur utama keamanan BMS
    • Monitoring tegangan cell
    • Monitoring temperature cell
    • Isolation Monitoring
    • Monitoring Arus baterai
    • Monitoring sistem interlock HV
    • Power Limit De-ratings
  • Memiliki datalogger internal dan akan mencatat semua baterai dan cell sepanjang hari pertandingan
  • Prosedur keamanan di jalanan
  • Crash testing (Pengujian Tabrakan)
  • Shock Testing

Baterai Formula E Gen 2 From McLaren

(source :greencarcongress.com)

Selanjutnya pada baterai dari McLaren, memiliki informasi sedikit tentang baterai yang mereka buat (akan kita bongkar). Tapi yang pasti mereka membuat baterai dengan kapasitas 54kWh dan berat sekitar 250 kg dengan maksimum keluaran daya sebesar 250kW. Jadi, kapasitas meningkat 90% serta peningkatan 25% output daya, namun beratnya hanya meningkat 20% yang artinya energy density-nya sebesar 216Wh/kg, lebih besar dibanding baterai Gen1 yakni sebesar 140Wh/kg. Dengan kapasitas segini, mobil tidak perlu berganti ditengah pertandingan yang menjadikannya lebih menarik.

Perkembangan pada baterai di formula E diharapkan menjadikan semangat baru pada penggunaan kendaraan listrik massal untuk . Walaupun sampai saat ini belum mampu menggantikan kendaraan bahan bakar, kendaraan listrik akan tetap menjadi opsi solusi pada kendaraan mendatang.


Referensi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *