Tentang Potensio bisa lihat aja artikel ini. Kali ini, kita bahas bagaimana menggunakan potensio-potensio ini.
Rangkaian potensio pada umumnya
Pada artikel sebelumnya, kita bisa tahu bahwa potensio seperti 2 resistor yang pada keduanya sisinya berubah sesuai gerak mekaniknya atau seperti Gambar 1 dibawah ini.

Dengan dua buah resistor yang di rangkai seri, kita dapat prinsip pembagi tegangan pada kaki ditengah-tengahnya(kaki nomor 2). Dan rumus pembagian tegangannya bisa lihat pada gambar 2

Mudah saja kan? Namun secara praktikalnya pada otomotif, bedanya ada pada cara merangkainya saja.
Cara Merangkai Potensionya

Umumnya potensio dirangkai seperti pada gambar 3. Sederhana dan mudah dipahami. Bagus digunakan, tapi tidak cukup bagus untuk standar otomotif yang perlu menghadapi banyak tantangan yang dihadapi seperti getaran, tabrakan, dan lain-lain. Untuk fatalnya kita anggap kabel antara sensor dan Papan elektroniknya terputus lihat gambar 4.

Pengendali/Kontroler/CPU akan membaca Vout sebagai anomali atau tegangan yang tidak konsisten. Kabel yang putus ini sangat susah dideteksi jika rangkaian seperti pada gambar 3 akibat anomali pada Outputnya. Ini hal yang bahaya pada otomotif. Karena akan menyebabkan salah kendali oleh ECU mobil yang terburuknya bisa terjadi kecelakaan minor atau bahkan besar.
Jadi, untuk mengatasi hal tersebut, bisa gunakan rangkaian alternatif pada gambar 5

Pada rangkaian gambar 5, kita hanya menggunakan salah 1 resistor potensio dan sisanya di pull-up di papan elektroniknya. Sehingga tegangan Vout(tegangan keluara) tidak akan mendekati atau bahkan sama dengan nilai Vin(tegangan masuk).

Kemudian rangkaian pull-up pada gambar 6, dapat dimanfaatkan ketika kabel terputus. Tegangan Vout(tegangan keluar) akan sama atau mendekati Vin(tegangan masuk) ketika kabel terputus dan tegangannya konsisten yang mempermudah Kontroller/pengendali/cpu untuk mendeteksinya.
Tidak mesti dirangkai pull-up, tapi bisa juga pull-down. Namun yang pasti output tegangannya harus konsisten. Rangkaian Pull-up/pull-down ini bisa kita lihat pada secara tidak langsung pada gambar 7.

Sensor tangki bensin pada mobil HONDA CRV pada gambar 7 hanya menggunakan 2 kabel. Yang artinya hanya menggunakan sebuah resistor variabel untuk mengukur ketinggian tangki bensin.
Yah artikel diatas cukup lah sudah. Jadi buat temen-temen engineer, bisa diperhatikan ya cara menggunakan potensionya. Jangan lupa analisis kemngukinan terburuknya juga.