Dengan jelas, bahwa Formula E tidak memperbolehkan para pesertanya menggunakan Telemetri sendiri. Hal ini sesuai dengan aturan Teknis FIA Formula E 2019/2020 poin 9.7 bahwa Telemetri dilarang. Namun apakah FIA Formula E benar-benar tidak menggunakan Telemetri?

Datalogger FIA Formula E dari Magneti Marelli

Jawabannya, Tidak. Mereka hanya tidak mengijinkan penggunaan telemetri sendiri yang dibuat oleh para peserta. Namun harus menggunakan telemetri yang disediakan oleh pihak Formula E. Magneti Marelli menjadi pembuat datalogger dan juga telemetri resmi untuk Formula E. Kalau gak ada telemetri, ya bagaimana bisa muncul parameter-parameter mobilnya di saat kita nonton kompetisinya?.

Data Throttle dan brake yang mungkin dihasilkan oleh telemetri

Data Yang ditramsikikan

Telemetri sejatinya hanya mengirimkan data dari transmitter ke receiver secara wireless. Mungkin telemetrinya hanya komunikasi satu arah untuk mentrasnmisikan parameternya yang dilakukan oleh . Untuk formula E, terdapat aturan tersendiri yang menentukan data yang dikirimkan. Dibawah ini merupakan data yang dipantau oleh datalogger FIA

  • Tegangan DC dan arus yang keluar RESS (Rechargable Energy Storage System) dari team
  • Kecepatan MGU (Motor Generator Unit)
  • Torsi MGU
  • Driver torque demand
  • Tekanan Rem depan dan belakang
  • Resistansi isolasi antara tegangan tinggi dan rendah
  • Temperatur terpanas RESS
  • Trigger LAP – CAN
  • Push to pass switch
  • Switch Boost mode
  • Steering wheel paddles
  • TPMS (Tire Pressure Monitoing System)/ Sistem Monitoring Tekanan Ban
  • Dan data lain yang diperlukan oleh FIA (Dijelaskan di file dbc yang disediakan)

Namun apakah hanya yang diatas? Gak juga. Yang diatas merupakan berdasarkan aturan teknis Formula E nomor 7.6.b. Untuk lebih detail tentang sensornya dan lebih lengkap bisa lihat pada aturan nomot 9.6 yang berisi data sensor yang boleh akuisisi oleh datalogger, yakni :

  • Kecepatan Roda dari FIA Datalogger oleh CAN
  • Segela sensor temperatur
  • Segala sensor tekanan kecuali sensor PITOT
  • Segala sensor tegangan dan arus
  • Segala sensor isolator
  • Segala tombol atau panggilan yang digunakan oleh driver
  • Posisi Gearbox barrel
  • Posisi motor listrik beserta kecepatannya
  • Kecepatan gearbox mainshaft dan layshaft
  • Input kendali gearbox driver
  • Jarak perpindahan damper atau sudut rocker
  • Pedal Throttle 1 and 2
  • Sudut Steering
  • 3 axis accelerometer
  • Gyroscope
  • Setiap perpindahan master cylinder piston
  • Jarak perpindahan pedal rem
  • TPMS ban

Daftar diatas menjadi data-data yang penting untuk digunakan oleh tim. Dengan analisa data yang baik, akan membantu tim mencapai strategi balap optimal.

Semoga bermanfaat 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *