Tren mobil listrik makin bagus saat ini. Banyak ilmu yang bisa kita ambil dari mobil listrik. Dan saat ini, kita bahas baterai.
Baterai punya banyak macam. beragam dari ukuran, isi, jenis, dan kapasitas. Dari beragamnya, kita perlu memilih baterai yang tepat untuk tujuan tertentu. Dan kita kali ini mencoba memilih baterai mobil listrik.
Agar pas dengan mobil listrik, kita perlu tau karakteristik dari motor listriknya, komponen utama dari mobil selain baterai. Dari motornya, ada parameter yang harus dipenuhi seperti Daya, dan Tegangan. Dan turunan dari paramter ini ada, arus, inrush current, arus puncak, dan lain-lain terkait motor listrik.
Anggap kita menggunakan Motor listrik EMRAX 228.

Dan mari kita lihat data dynotestnya

Anggap kita menggunakan EMRAX 228 dengan mode tegangan tinggi(High Voltage), dan penginginan campuran (Combined Cooled Air+Liquid).
Tegangan yang digunakan 670V ini menentukan seberapa banyak rangkaian seri baterai yang digunakan. Dan selain itu parameter yang penting adalah arus, arus kontinu dan Arus maksimal motor. parameter arus menentukan jenis baterai, dan jumlah rangkaian paralel pada baterainya.

Jujur saja, varian baterai sangat beragam, maka dibatasi saja jenis kimia pada baterai yang bisa di charge(Bukan ukuran/bentuknya). Dengan baterai yang populer disekitar penulis, adalah Lithium Ion, Lifepo4, Lead Acid, dan Nickel Metal.
Minimal rangkaian seri baterai.
| Tipe | Tegangan Cell |
| Lithium Ion | 3.6 V |
| Lifepo4 | 3.2 V |
| Lead Acid | 2.1 V |
| Nickle Metal | 1.2 V |
Untuk membuat baterai 670V, banyak baterai yang dipakai di setiap tipe sebagai berikut :
- Lithium Ion : 670/3.6 = 186 buah baterai di seri
- Lifepo4 : 209 buah baterai di seri
- Lead Acid : 319 Buah baterai di seri
- Nickle Metal : 558 buah baterai di seri
Yeah, sampai disini kita udah dapat jumlah minimal rangkaian seri baterai untuk menyalakan motor controllernya, tapi belum tentu bisa memutar motornya. Karena kita perlu baterai memasok arus yang besar untuk menggerakkan motornya.
Minimal rangkaian paralel baterai.
Rangkaian Paralel pada baterai menentukan kapasitas pada baterai dan juga menentukan keluaran arus pada baterai.
Agar sesuai dengan motor EMRAX 228, ada salah satu cara dengan mengukur torsi yang diperlukan untuk memutarnya.

Dengan grafik diatas, Jika telah mengetahui nilai torsi yang diperlukan untuk memutar motor, maka kita dapat perkiraan arus yang diperlukan.
Namun jujur saja, perlu perhitungan yang cukup sulit untuk menghitung nilai torsi yang diperlukan pada mobil listrik yang memiliki dinamika mekanik yang rumit. Jadi kita langsung saja asumsikan nilai arus yang diperlukan.
Anggap kita memerlukan arus sebesar 115 Ampere sesuai dengan spesifikasi arus kontinu pada datasheet EMRAX 228 diatas.
Agar adil, kita coba mencari baterai dengan kapasitas mendekati 9 Wh.
- Lithium Ion : SAMSUNG INR18650-25RM (2500mAh/3.6V)
- Lifepo4 : ANR26650M1B (2500mAh/3.3V)
- Lead Acid : Enersys 0819-0010 (2500mAh/4V)
- Nickle Metal : 2 biji Panasonic HHR-380A (3700mAh/2×1.2V)
| Tipe | Maksimal Arus Keluar Kontinu | Maksimal Arus Masuk Kontinu |
| SAMSUNG INR18650-25RM | 20 Amp | 4 Amp |
| ANR26650M1B | 50 Amp | 10 Amp |
| Enersys 0819-0010 | 14.3 Amp (table test Datasheet) | – |
| Panasonic HHR-380A | 0.74 Amp | 2 Amp |
Dari tabel diatas kita sudah punya bayangan seberapa banyak jumlah baterai yang dirangkai paralel.
| Tipe | Jumlah minimal Baterai |
| SAMSUNG INR18650-25RM | pembulatan(115/20)*186 ~744 Cell |
| ANR26650M1B | pembulatan(115/50)*209 ~ 627 Cell |
| Enersys 0819-0010 | pembulatan(115/14.3)*319/2 ~ 1283 Baterai |
| Panasonic HHR-380A | pembulatan(115/0.74)*558 ~ 85560 cell |
Yah dari semua perhitungan kita sudah dapat perhitungan minimalnya. Ya, itu semuanya hanya bisa digunakan kemampuan motor maksimal dalam 1 jam.